Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Posted on
Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu



1. RUMAH PENGASIAN BUNGKARNO

A. Sejarahnya
 Satu diantara tempat pengasingan Soekarno ada di Kota Bengkulu. Sepanjang pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno diletakkan di satu tempat tinggal yang awalannya yaitu rumah orang Cina yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian yaitu entrepreneur yang mensuplai bahan pokok untuk keperluan pemerintahan kolonial Belanda. Soekarno tempati tempat tinggal itu dari th. 1938 sampai th. 1942. Tempat tinggal ini berjarak sekitaran 1, 6 km dari Benteng Malborough. Tempat tinggal yang ada pada koordinat 0, 3o 47l 85, 1ll Lintang Selatan serta 102o15l 41, 7ll Bujur Timur ini ada di ketinggian 64 m diatas permukaan laut.

 Tempat tinggal yang di bangun pada awal era ke-20 ini berupa empat persegi panjang. Bangunan ini tak berkaki serta dindingnya polos. Pintu masuk paling utama berdaun ganda, dengan bentuk persegi panjang. Bentuk jendela persegi panjang serta berdaun ganda. Pada ventilasi ada kisi-kisi berhias. Tempat tinggal dengan halaman yang cukup luas ini mempunyai atap berupa limas. Luas bangunan tempat tinggal ini yaitu 162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m.

Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Dahulu luas keseluruhnya tempat tinggal ini meraih 4 hektar. Terkecuali tempat tinggal paling utama, terdapat banyak bangunan lain. Dengan berjalannya saat, oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu tempat yang ada lalu dibagi-bagi untuk tempat tinggal masyarakat serta beberapa untuk gedung lembaga pemerintah daerah setempat.

 Didalam tempat tinggal pengasingan ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang mempunyai nilai histori. Benda-benda itu adalah saksi bisu yang temani sang Proklamator dalam membuat bebrapa kiat perjuangan sepanjang di pengasingan. Walau tempat tinggal ini tak termasuk besar, tetapi pembagian ruangan serta pengaturan benda-benda bernilai itu cukup rapi serta teratur.
 Di teras, terkecuali meja serta kursi, ada dua almari kecil, satu untuk menaruh beragam type suvenir serta satu lagi jadi tempat menaruh makanan khas Bengkulu serta beragam type kue yang lain. Berubah sedikit kedalam tempat tinggal, pengunjung bisa menjumpai sepasang kursi tua. Di segi kanan ada tiga buah kamar serta di segi kiri ada dua kamar tidur. Didalam kamar tidur ada ranjang besi yang disebut tempat tidur Bung Karno waktu ia menghuni tempat tinggal ini. Didalam satu dari tiga kamar yang lain, yang terdapat dibagian depan, terpajang duplikat sepeda tua, kendaraan yang umum digunakan Bung Karno untuk melancong saat itu.

Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

 Di kamar paling tengah diletakkan satu almari gandeng memiliki ukuran 2 x 1, 5 mtr., tempat buku koleksi Bung Karno dipajang. Satu almari baju menaruh baju dan sebagian benda sisa pemain sandiwara saat itu, seperti kebaya serta payung tua terbuat dari kertas. Semua sudah terlihat usang serta sirna warnanya.

Kamar paling akhir, di bagian belakang, terlihat kosong, namun pada tiap-tiap sisi dinding terpajang bingkai-bingkai photo memiliki ukuran besar ; terlihat bebrapa photo Bung Karno beserta Ibu Inggit serta keluarga dan kerabatnya yang lain, termasuk juga photo Fatmawati yang saat itu baru beranjak dewasa.Di bagian belakang tempat tinggal ada teras dengan sepasang kursi enjoy. Di bagian kanan ada bangunan memanjang ke belakang, terdiri atas lima petak, salah satunya adalah kamar kecil atau kamar mandi, sedang yang lain berperan sebagai gudang serta dapur.

Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

 Tetapi, koleksi peninggalan yang sesungguhnya paling bernilai didalam tempat tinggal ini yaitu buku-buku Bung Karno yang jumlahnya meraih beberapa ratus buah. Jejeran buku-buku tidak tipis itu mencakup pelbagai type, seperti karya sastra classic, ensiklopedia, data kepemimpinan Jong Java, sampai Alkitab Pemuda Katolik. Sayang sekali, buku-buku yang beberapa besar berbahasa Belanda itu telah dalam kondisi rapuh serta hancur termakan umur. Bila diprosentasikan, sekitaran 60 % dari semuanya buku yang ada di Tempat tinggal Pengasingan Bung Karno ini rusak kronis.

Sampul buku beberapa besar berlubang atau hancur. Warna buku juga telah memudar serta rapuh. Tak ada alat pengatur suhu atau fasilitas penjaga keawetan buku, layaknya seperti satu museum.
Terkecuali buku koleksi Bung Karno, beberapa puluh seragam grup Tonil Monte Carlo juga disimpan dirumah ini. Sungguh disayangkan, didalam almari penyimpanan ini dapat tak dilengkapi dengan pengatur suhu serta sinar untuk menghindar rusaknya akibat pelapukan serta beragam aspek lain.

Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu



Wisata tempat lain : 

Wisata Sejarah Tempat Tinggal Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *