Keindahan Alam Wisata Sungai Kayan Yang Tersembunyi

Posted on

Keindahan Alam Wisata Sungai Kayan Yang Tersembunyi

Untuk wisatawan yang mempunyai jiwa petualangan, terutama suka pada berolahraga menantang arum jeram, jadi Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan yaitu satu diantara pilihan untuk menggunakan saat libur.

Sungai Kayan terdaftar jadi sungai terpanjang ke dua di Kalimantan Timur (650 Km), sesudah Sungai Mahakam (920 Km). Menyelusuri Sungai Kayan dari muara baiknya memakai perahu cepat (speed boat) lantaran jaraknya dapat dipersingkat jadi dua jam untuk meraih Ibukota Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor.

Selama jalan dari muara bakal melewati sungai besar berkelok-kelok seperti ular raksasa memanglah menjemukan lantaran di kiri-kanan cuma tampak rimba bakau. Sekali-sekali jika mujur jadi bakal bertemu dengan bekantan (monyet hidung panjang), type primata langka yang jadikan rimba mangrove sebagai habitatnya, atau ular rimba bakau berwarna kuning merah menunggu santap siangnya, burung Raja Udang.

Sesudah meniti perjalanan sekitaran dua jam jadi, kiri-kanan sungai ekosistem rimba bakau bakal beralih jadi rimba hujan tropis dataran rendah dengan bermacam pohon keras yang mempunyai nilai ekonomis tinggi lantaran jadikan bahan bangunan, seperti bangkirai, meranti, kapur, tengkawang serta ulin (kayu besi).

Sayangnya, kayu-kayu itu lantaran mempunyai nilai ekonomis tinggi saat ini semakin tidak sering tampak tumbuh di tepi sungai terkecuali anakannya. Setelah tiba di kota tertua di Bulungan, Tanjung Selor serta Tanjung Palas jadi perlu sekitaran tiga jam lagi untuk meraih lokasi arum jeram.

Dari Kota Tanjung Selor, jadi baiknya wisatawan memakai long boat reguler (ticket Rp 25. 000/orang) untuk meraih satu diantara kota di lokasi pedalaman, yaitu Kecamatan Long Peso. Menyelusuri Sungai Kayan dari Tanjung Selor ke Long Peso, jadi bakal merasa kalau lokasi hulu sungai selalu mendaki lantaran arus yang cukup kuat dan mulai tampak bongkahan batu dari di air.

Sebelumnya meraih Long Peso, jadi kita bakal melewati satu diantara lokasi cagar budaya yang begitu erat hubungannya dengan histori hingga lahirnya kata ” Bulungan ” serta keturunan (juriat) atau silsilah raja-raja atau sultan yang pernah memimpin ” Tanah Bulu Tengon “.

Di sekitaran hilir sungai Long Peso, yaitu Long Pelban, ada satu lokasi indah lantaran ada pulau serta bukit kecil di dalam sungai. Di lokasi itu, ada dua patung batu yang diakui sebagai makam ” Lahaibara ” serta suaminya, Wan Paren.

Lahaibara yaitu salah seseorang pemimpin atau ratu dari Dayak Kayan puak Uma Afan yang melahirkan Simun Luwan serta Asung Luwan. Dari perjalanan histori yang panjang akibat serangan suku bar-bar dari dataran tinggi Serawak, jadi Puteri Asung Luwan cuma bersedia terima lamaran Datu Lancang (pengeran dari Kesultanan Brunei) untuk mengusir musuhnya dari Serawak itu.

Dari perkawinan pada Puteri Asung Luwan serta Datu Lancang itu yang diikuti oleh beberapa pengikutnya, jadi melahirkan suku baru, yaitu Bulungan. Patung batu sebagai kuburan kuno, Lahaibara serta Wan Paren itu begitu dihormati baik warga Bulungan, ataupun Dayak Kayan lantaran.

Wisata Budaya

Masuk lokasi Sungai Kayan di lokasi hulu sungai Long Peso, jadi tantangan sesungguhnya bakal merasa lantaran masuk lokasi begitu beresiko selama dua km. serta lebar 50 mtr. yang oleh masyarakat setempat menyebutnya sebagai ” Jeram Embun “.

Arus deras yang bergulung-gulung bakal siap menelan benda apa sajakah hingga perlu perlengkapan spesial serta kekuatan tinggi untuk menyelusurinya. Arus deras itu terdaftar dengan grade 1/2 atau tingkat kesusahan diatas rata-rata.

Bahkan juga, ada bagian-bagian yg tidak dapat dilayari lantaran sangat juram serta tinggi hingga air jatuh menyebabkan nada bergemuruh dan melemparkan percikan air seperti embun. Mungkin saja ini jadi argumen kenapa warga setempat menyebutnya sebagai Jeram Embun.

Air mengalir deras menghamtam bongkan batu raksasa sebesar gajah yang mencuat di permukaan Sungai. Sungai yang mempunyai jeram beresiko itu melingkar-lingkar diantara tembok batu padas setinggi sekitaran 50 mtr.. Dinding batu padas di segi kiri-kanan Sungai Kayan di lokasi pedalaman itu seperti pintu gerbang menuju dunia tak tahu berantah di lokasi tinggi ” Heart of Borneo “.

Lokasi pedalaman Kalimantan timur diputuskan sebagai sisi dari ” Heart of Borneo ” hingga nyaris beberapa besar rimba di daerah itu masuk dalam lokasi konservasi, termasuk juga Taman Nasional Kayan Mentarang (1, 2 juta Ha).

Warda Dayak di lokasi pedalaman yang populer ” nekad ” (berani) menyelusuri lokasi itu memakai perahu panjang bermotor (umumnya dengan kemampuan 40 PK/tenaga kuda) sangat terpaksa mesti beramai-ramai menggotong perahunya menyelusuri tepian Sungai Kayan.

Sesudah nikmati wisata petualangan yang mendebarkan, jadi wisatawan sekalian dapat nikmati wisata budaya lantaran waktu melewati pedalaman Sungai Kayan bakal melalui sekitaran 20 desa Dayak dengan sub-etnis atau puak yang tidak sama, baik budaya ataupun bahasanya, diantaranya Dayak Kayan, Dayak Kenyah serta Dayak Punan.

Lokasi hulu Sungai Kayan yang selesai di Taman Nasional Kayan Mentarang. Pada lokasi hulu Sungai Kayan dengan ekosistem rimba tropis dataran tinggi ini, wisatawan akan dapat lihat beragam flora serta fauna langka. Di lokasi itu bakal tampak kayu ulin raksasa berumur beberapa ratus th., taman anggrek dan beragam type satwa langka diantaranya, banteng liar, Rusa Sambar, Gajah Kalimantan serta beragam type primata dilindungi.

Di lokasi pedalaman itu juga terdaftar ada 20 tempat yang menaruh benda-benda purbakala, yaitu peti mati batu. Sayangnya, hingga saat ini belum ada riset arkeologis mendalam tentang kehadiran peti mati batu itu, mengingat budaya Dayak sekarang ini lebih akrab dengan mengukir kayu bukanlah batu.

Bertualang di lokasi pedalaman Sungai Kayan bakal melelahkan serta memerlukan cost banyak, tetapi bukan hanya uji keberanian lantaran daerah itu juga mempunyai potensi wisata alam, budaya serta histori.

Keindahan Alam Wisata Sungai Kayan Yang Tersembunyi

Keindahan Alam Wisata Sungai Kayan Yang Tersembunyi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *