Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Posted on
Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Taman Nasional Kayan Mentarang, lokasi wisata alam mencakup Pantai Pulau Datok serta Bukit Lubang Tedong, Gunung Palung, Gunung Panti, Cabang Panti, Kampung Baru, Sungai Matan serta Sungai Simpang, dengan luasnya 1. 360. 500 hektar, adalah satu kesatuan lokasi rimba primer serta rimba sekunder tua yang paling besar serta masihlah tersisa di Kalimantan serta semua Asia Tenggara.

kayan09 dephutgoidTaman Nasional Kayan Mantarang mempunyai keanekaragaman type tumbuhan serta satwa bernilai tinggi baik type langka ataupun dilindungi, keanekaragaman type ekosistem dari rimba hujan dataran rendah hingga rimba berlumut di pegunungan tinggi. Keanekaragaman hayati yang terdapat di Taman Nasional Kayan Mentarang benar-benar sangat menakjubkan.

Penilaian tumbuhan pulai, jelutung, ramin, Agathis, kayu ulin, rengas, gaharu, aren, beragam type anggrek, palem, serta kantong semar. Diluar itu, terdapat banyak type tumbuhan yang belum semua bisa diidentifikasi lantaran adalah type tumbuhan baru di Indonesia. dan mamalia endemik, primata (Sebagian type mamalia langka seperti macan dahan, beruang madu, lutung dahi putih, banteng) serta sebagian type burung terancam punah.

Resize of River_Stone_CSungai-sungai yang ada di Taman Nasional Kayan Mantarang seperti S. Bahau, S. Kayan serta S. Mentarang dipakai sebagai transportasi menuju lokasi. Sepanjang dalam perjalanan, terkecuali bisa lihat beragam type satwa yang ada di sekitaran sungai, dapat juga lihat kelincahan longboat dalam melalui jeram, maupun melawan arus yang cukup deras.

Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Kehadiran sekitaran 20. 000-25. 000 orang dari beragam grup etnis Dayak yang bermukim di sekitaran lokasi Taman Nasional Kayan Mantarang seperti Kenyah, Punan, Lun Daye, serta Lun Bawang, nyatanya mempunyai pengetahuan kearifan budaya sesuai sama prinsip konservasi. Hal semacam ini adalah satu diantara kekhasan sendiri di Taman Nasional Kayan Mentarang. Kekhasan itu tampak dari kekuatan orang-orang melestarikan keanekaragaman hayati didalam kehidupannya. Sebagai contoh beragam varietas serta type padi terpelihara serta terkoleksi dengan cukup baik untuk mendukung kehidupan orang-orang keseharian.

Banyak peninggalan arkeologi berbentuk kuburan serta alat-alat dari batu yang ada di taman nasional (umurnya lebih 350 th.), serta diprediksikan adalah website arkeologi yang begitu utama di Kalimantan.

Lokasi-lokasi/object yang menarik untuk dikunjungi :
Pantai Pulau Datok serta Bukit Lubang Tedong. Wisata bahari serta berenang
Gunung Palung (1. 116 m. dpl) serta Gunung Panti (1. 050 m. dpl). Pendakian, air terjun, penilaian tumbuhan/satwa serta berkemah.
Cabang Panti. Pusat riset dengan sarana stasiun riset, wisma peneliti serta perpustakaan.
Kampung Baru. Penilaian satwa bekantan.
Sungai Matan serta Sungai Simpang. Menyelusuri sungai, penilaian satwa serta wisata budaya (website purbakala).

Keanekaragaman hayati bernilai tinggi serta masihlah alami, adalah tantangan untuk beberapa peneliti untuk mengungkap serta meningkatkan pemanfaatannya. Selain itu keindahan alam rimba, sungai, tebing, kebudayaan suku Dayak adalah daya tarik yang begitu menantang untuk beberapa petualang serta wisatawan.

Kunjungan paling baik : bln. September s/d Desember tiap-tiap tahunnya.
Langkah pencapaian tempat : Langkah pencapaian tempat : Dari Samarinda ke Tarakan (plane) sekitaran satu jam, dilanjutkan memakai speed boat/klotok menyusuri sungai Mentarang ke tempat dengan saat enam jam hingga sehari. dephut. go. id

Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) termasuk juga Cagar Alam, TNKM mempunyai lokasi rimba primer serta skunder tua paling besar yang masihlah tersisa di Pulau Borneo serta lokasi Asia Tenggara.

Nama Kayan Mentarang di ambil dari dua nama sungai utama yang ada di lokasi taman nasional, yakni Sungai Kayan di samping selatan serta Sungai Mentarang di samping utara ada pula menyampaikan nama ini di ambil dari nama dataran tinggi/plato di pegunungan setempat yang bernama Apau Kayan yang membentang luas (mentarang) dari daerah Datadian/Long Kayan di selatan melalui Apau Ping di dalam serta Long Bawan di utara.
Hamparan rimba ini membentang dibagian utara Propinsi Kalimantan Timur, tepatnya di lokasi Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan serta Kabupaten Bulungan, bersebelahan segera dengan Sabah serta Sarawak, Malaysia. Beberapa besar lokasi masuk dalam Kabupaten Malinau serta beberapa lagi masuk dalam Kabupaten Nunukan. Potensi wisata di Taman Nasional Kayan Mentarang adalah Hulu Pujungan, Hulu Krayan serta Hulu Kayan/Datadian.

Lokasi TNKM terdapat pada ketinggian pada 200 mtr. hingga sekitaran ±2. 500 m diatas permukaan laut, meliputi lembah-lembah dataran rendah, dataran tinggi pegunungan, dan gugus pegunungan terjal yang terbentuk dari beragam formasi sedimen serta vulkanis.

Type-tipe paling utama yaitu rimba Dipterokarp, rimba Fagaceae-Myrtaceae atau rimba Ek, rimba pegunungan tingkat tengah serta tinggi (diatas 1. 000 m diatas permukaan laut), rimba agathis, rimba kerangas, rimba rawa yang terbatas luasnya, dan satu type spesial “hutan lumut” dipuncak-puncak gunung di atas ketinggian 1. 500 m diatas permukaan laut. Diluar itu, ada juga beragam type rimba sekunder. Rimba di lokasi selama sungai Bahau yaitu rimba perbukitan dengan tebing-tebing terjal yang begitu susah untuk didaki dari pinggir sungai. Rimba di lokasi ini mempunyai sangat banyak air terjun dari beragam ukuran, alur aliran air terjun yang memiliki ukuran kecil memiliki pinggir sungai yang cukup landai serta dipakai oleh orang-orang sekitaran untuk masuk rimba di lokasi ini. Pujungan dikenal juga sebagai daerah dimana matahari tak pernah terbit serta tak pernah terbenam sebab kerap tertutup oleh kabut atau awan. Meskipun sekian, pendarnya cahaya matahari dari balik kabut atau awan itu dapat bikin kulit kita memerah terbakar tanpa ada rasakan teriknya panas matahari lantaran cukup dinginnya suhu di daerah ini. Bisa dipikirkan dinginnya suhu di daerah Apau Ping di hulu Pujungan.

Bukanlah seperti biasanya sungai yang datang dari 1 mata air di daerah hulu pegunungan yang lalu mengalir bercabang-cabang ke hilir sampai menuju ke muara, sungai-sungai di taman nasional Kayan Mentarang datang dari banyak mata air di banyak hulu daerah pegunungan serta mengalir jadi 1 sungai yang besar menuju ke hilir sampai ke muara. Pada lokasi selatan taman nasional ada sungai Kayan yang bermuara sesudah membelah kecamatan Tanjung Selor serta Tanjung Palas, datang dari belasan mata air di hulu Kayan serta hulu Pujungan. Simpang Koala yaitu ruang pertemuan pada sungai Bahau serta sungai Kayan yaitu batas lokasi kabupaten Bulungan serta kabupaten Malinau. Arus sungai Kayan di daerah Tanjung Selor begitu tenang serta mulai bergejolak waktu masuk lokasi Long Lejau. Arus sungai Bahau begitu beragam dari ketenangan yg tidak berarus sampai gejolak arung jeram. Orang-orang Dayak hulu Pujungan berikan sebutan sungai Bahau sebagai sei giram yang bermakna sungai berbatu yang berarus deras. Serta orang-orang di daerah ini yaitu pengemudi-pengemudi perahu yang ulung serta kompak. Sungai Bahau pada daerah Long Aran memiliki ketinggian air terendah serta kerap mengakibatkan beberapa pengemudi perahu dan kepolisian setempat bahu-membahu menarik perahu kandas yang memiliki panjang dapat meraih sampai 20 mtr. itu beramai-ramai. Profil bebatuan di ke-2 sungai ini dapat tidak sama, profil bebatuan yang didapati pada sungai Kayan mulai daerah Tanjung Selor sampai Simpang Koala, serta profil bebatuan di sungai Bahau yang didapati mulai sejak ruang Simpang Koala sampai hulu Pujungan

Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Flora serta Fauna 

Sebagian tumbuhan yang ada diantaranya pulai (Alstonia scholaris), jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), Agathis (Agathis borneensis), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), rengas (Gluta wallichii), gaharu (Aquilaria malacensis), aren (Arenga pinnata), beragam type anggrek, palem, serta kantong semar. Diluar itu, terdapat banyak type tumbuhan yang belum semua bisa diidentifikasi lantaran adalah type tumbuhan baru di Indonesia.
Ada sekitaran 100 type mamalia (15 type salah satunya endemik), 8 type primata serta kian lebih 310 type burung dengan 28 type salah satunya endemik Kalimantan dan sudah didaftarkan oleh ICBP (International Committee for Bird Protection) sebagai type terancam punah.
Sebagian type mamalia langka seperti macan dahan (Neofelis nebulosa), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutung dahi putih (Presbytis frontata frontata), serta banteng (Bos javanicus lowi

Type flora yang dilaporkan ada pada lokasi ini salah satunya termasuk juga beberapa ratus type anggrek serta sekurang-kurangnya 25 type rotan. Diluar itu juga sudah sukses diinventaris beberapa ratus type burung termasuk juga type baru untuk Kalimantan serta Indonesia, type endemik serta type yang nyaris punah. Sebagian type yang menarik salah satunya yaitu type Enggang, Kuau Raja, Sepindan Kalimantan serta beberapa jenis Raja Udang.
TNKM juga adalah habitat untuk banyak type satwa dilindungi seperti banteng (Bos javanicus), beruang madu (Helarctos malayanus), trenggiling (Manis javanica), macan dahan (Neofelis nebulosa), landak (Hystrix brachyura), serta rusa sambar (Cervus unicolor). Pada musim-musim spesifik di padang rumput di hulu Sungai Bahau, berkumpul kawanan banteng yang nampak dari lokasi rimba di sekelilingnya serta jadi satu panorama yang menarik untuk disaksikan.

Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Budaya 

Didalam serta di sekitaran TNKM diketemukan beragam macam budaya yang disebut warisan budaya yang bernilai tinggi untuk dilestarikan. Sekitaran 21. 000 orang dari berbagai etnik serta sub grup bhs, yang di kenal sebagai suku Dayak, bermukim di dalam serta di sekitar taman nasional. Komune Dayak, seperti suku Kenyah, Kayan, Lundayeh, Tagel, Saben serta Punan, Badeng, Bakung, Makulit, Makasan menempati sekitaran 50 desa yang ada di dalam lokasi TNKM.

Diketemukannya kuburan batu di hulu Sungai Bahau serta hulu Sungai Pujungan, yang disebut peninggalan suku Ngorek, memberikan indikasi kalau sekurang-kurangnya mulai sejak lebih kurang 400 th. waktu lalu orang-orang Dayak telah menghuni lokasi ini. Peninggalan arkeologi yang paling padat ini diprediksikan sebagai peninggalan yang paling utama untuk pulau Borneo.

Orang-orang didalam lokasi taman nasional masihlah begitu tergantung pada pemakaian rimba sebagai sumber penghidupan, seperti kayu, tumbuhan obat, serta binatang buruan. Mereka juga jual tumbuhan serta binatang hasil rimba, lantaran cuma ada sedikit kesempatan untuk memperoleh duit tunai. Pada intinya orang-orang mengelola sumber daya alam dengan cara tradisional dengan mendasarkan pada macam type. Sebagai contoh banyak varietas padi ditanam, sebagian type kayu dipakai untuk bahan bangunan, banyak type tumbuhan dipakai untuk obat, serta beragam type satwa buruan.

Wisata tempat lain :

Mengenal Kekayaan Alam di Taman Nasional Kayan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *