Tempat Wisata Legenda Bukit Tangkiling dan Batu Banama

Posted on
Tempat Wisata Legenda Bukit Tangkiling dan Batu Banama

Saat libur sudah tiba, peluang ini penulis pakai untuk refreshing, berjalan-jalan ke tempat wisata yang ada tidaklah terlalu jauh dari kota Palangka Raya, yakni Bukit Tangkiling. Bukit Tangkiling berjarak kurang lebih 34 km dari Kota Palangka Raya. Tempat ini umumnya ramai dihari-hari libur lantaran beberapa orang yang berekreasi ke tempat ini, di Bukit Tangkiling ada satu batu yang berupa seperti perahu, konon ceritanya pada jaman dulu batu itu yaitu satu banama (bahtera) yang beralih jadi batu.

Jalan ceritanya serupa dengan cerita Sangkuriang, narasi mengenai seseorang jejaka Sunda yang punya niat menikah dengan ibunya sendiri, yakni Dayang Sumbi. Sekian perihal Legenda Bukit Tangkiling serta Batu Banama, legenda ini bercerita mengenai seseorang pemuda Dayak yang tanpa ada sadar menikah dengan ibunya sendiri. Momen ini dikutuk Dewata, pemuda itu serta enam orang pengawalnya beserta banamanya (bahtera) disambar petir lalu beralih jadi batu. Tengah sang ibu terkurung hidup-hidup dalam banama yang beralih jadi batu yang oleh orang-orang sekitaran dimaksud ” Batu Banama “.


Legenda Bukit Tangkiling 

Pada jaman dulu, di satu kampung hiduplah seseorang ibu yang tinggal berbarengan anak lelakinya. Disuatu hari, sesudah sepanjang hari bermain anaknya terasa lapar serta ia juga pulang ke tempat tinggal untuk makan.

Waktu itu ibunya tengah memasak. Lantaran tak sabar, anaknya selalu merengek minta makan. Mendengar rengekan anaknya yang makin menjadi-jadi, pada akhirnya habislah kesabaran ibunya, serta tanpa ada sadar karena sangat jengkelnya ibunya memukul kepala anaknya memakai ” suduk ” (semacam sendok untuk menggoreng) sampai kepalanya berdarah. Memperoleh perlakuan ” kejam “, sang anak juga menangis sedih serta lari keluar tempat tinggal, dia terasa ibunya telah tak menyayanginya lagi.

Ibunya juga menyesal serta berupaya menguber anaknya, namun anaknya tetaplah lari sampai ke satu dermaga. Di dermaga itu ada satu kapal dari negeri Cina yang tengah berkunjung untuk jual keramik di kampung itu. Anak itu juga lantas lari masuk kapal serta bersembunyi dibawah geladak kapal itu. Sedang ibunya selalu mencari anaknya sampai ke penjuru kampung, namun masih tetap tak menemukannya.

Sesaat diatas kapal, sesudah bongkar muat di dermaga usai, jadi kapal juga menambah sauh serta kembali berlayar ke negeri Cina. Di dalam perjalanan, si anak tadi diketemukan oleh kapten kapal yang juga saudagar kaya, lalu di tanyai kenapa dapat ada di situ. Dengan polosnya si anak menceritakan kalau ibunya memukul kepalanya serta berasumsi telah tak sayang lagi pada dianya. Lantaran mareasa iba, saudagar itu mengajaknya naik ke atas lantas menjaga lukanya sampai pulih. Lantaran saudagar tadi tak mempunyai keturunan, jadi anak itu juga diangkat jadi anaknya serta dinamakan ” Tan Kin Lin “.

Mulai sejak kepergian anaknya, sang ibu yang telah tak bertemumi ini kembali masuk ” Kuwu ” atau ” Bakuwu ” (melakukan sistem pingitan). Oleh karena itu jadi dalam beragam versus legenda Bukit Tangkiling kadang-kadang menyebutkan si ibu tadi dengan sebutan Bawi Kuwu (Wanita Pingitan).

Tidak merasa th. untuk th. sudah berlalu, anak kecil dari pedalaman suku Dayak Ngaju yang memperoleh marga Tan dari bapak angkatnya seseorang saudagar Cina, pada akhirnya tumbuh jadi seseorang pemuda yang gagah serta tampan. Demikian lama bekerja di negeri Cina serta ia jadi keyakinan sang saudagar, Tan Kin Lin juga ajukan diri untuk berlayar serta berdagang dari pulau ke pulau mengarungi lautan serta samudra, sampai satu saat tanpa ada diakui Tan Kin Lin juga berkunjung di kampung tempatnya berasal.

Waktu mereka berkunjung ke kampung itu, datanglah seseorang wanita cantik yang oleh beberapa orang kampung di panggil dengan sebutan Bawi Kuwu, membawa beberapa barang untuk dibarter dengan beberapa barang dagangan Tan Kin Lin dari negeri Cina. Tan Kin Lin kagum lihat kecantikan wanita tadi, ia juga segera jatuh cinta pada wanita itu serta dengan selekasnya ia juga melamarnya, wanita itu juga terima lamarannya tetapi ia mengaku kalau ia bukanlah gadis serta ia pernah menikah terlebih dulu. Untuk Tan Kin Lin hal semacam ini tidaklah permasalahan jadi ia tetaplah pada keputusannya untuk menikah dengan wanita yang bergelar Bawi Kuwu itu.

Singkat narasi, setelah menyelenggarakan pesta pernikahan besar-besaran, Tan Kin Lin tak selekasnya pergi berlayar tetapi mengambil keputusan untuk berbulan madu dulu diatas banamanya yang berlabuh di pelabuhan kampung. Waktu tengah bermesraan diatas banama, Tan Kin Lin yang memiliki rambut panjang memohon isterinya mencari kutu di kepalanya. Waktu rambut Tan Kin Lin terurai terungkaplah sisa luka di kepalanya, Bawi Kuwu juga terperanjat lihat sisa luka itu lantas bertanya asal-usul sisa luka itu.

Tan Kin Lin juga bercerita bagaimana ia menadapat sisa luka itu serta cerita perjalanan hidupnya sampai jadi anak angkat saudagar Cina. Jadi terkejutlah Bawi Kuwu, lantas pingsan sesudah berkata kalau Tan Kin Lin yaitu anak kandungnya. Sesudah momen itu, Tan Kin Lin lari masuk rimba, sesaat Bawi Kuwu yang nyatanya ibu kandungnya sendiri tak berani turun dari banama lantaran malu pada warga kampung.

Untuk menebus dengan cara kebiasaan pelanggaran pali (tabu) yang sudah dikerjakan, Tan Kin Lin masuk ke rimba untuk berburu babi rimba serta kijang yang bakal jadikan hewan kurban untuk penebusan kekeliruannya. Sesudah sukses membawa pulang buruan, Tan Kin Lin menyatukan semua warga kampung menghadiri pesta penebusan dosa tabunya.

Mendadak, di waktu pesta tengah berjalan Raja Pali (Dewa Kilat) atas perintah Raja Tuntung Matanandau (Dewa paling tinggi) kirim kilat/petir untuk menghukum Tan Kin Lin atas pelanggaran pali. Tan Kin Lin berbarengan ke enam pengawalnya basaluh (beralih) jadi batu. Demikian halnya banama yang berlabuh di pelabuhan kampung beralih jadi batu sesaat Bawi Kuwu terkurung hidup-hidup didalam batu yang lalu di kenal dengan nama Batu Banama. Oleh orang-orang sekitaran bukit tempat di mana Batu Banama itu ada dimaksud Bukit Tangkiling (dampak dialek orang-orang setempat dalam membunyikan kata tan kin lin beralih jadi tangkiling)

Cerita Bawi Kuwu
Nyatanya legenda Bawi Kuwu yang cantik jelita terkurung dalam Batu Banama belum selesai. Konon diceritakan mulai sejak dulu Bawi Kuwu miliki ketrampilan menjahit baju. Untuk beberapa orang yang yakin hal gaib bakal memasukkan kain dalam satu diantara celah di segi samping Batu Banama, lalu dengan cara ajaib baju yang telah terjahit bakal keluar dari celah itu.

Tetapi satu saat, ada orang Bakumpai (suku Dayak Bakumpai) yang penasaran menginginkan lihat Bawi Kuwu yang beritanya cantik serta pandai menjahit itu. Dipancingnya Bawi Kuwu dengan sepotong kain untuk keluarkan tangannya dari celah itu. Demikian tangan Bawi Kuwu terjulur dari celah, disambarnya tangan wanita itu.

Tetapi Bawi Kuwu tetaplah juga tidak bisa diseret ke luar. Karena sangat jengkelnya, orang Bakumpai tadi menghunus parangnya, serta memancung tangan Bawi Kuwu. Mulai sejak waktu itu, celah itu tertutup, serta Bawi Kuwu yang telah buntung tangannya itu tidak lagi ingin melayani jahitan baju seperti awal mulanya.

Penilaian penulis, situasi di Batu Banama memanglah penuh aura ” mistis “, hal semacam ini semakin diperkuat dengan berdirinya sebagian ” Pasah Patahu ” atau rumah-rumahan kecil tempat meletakan sesajen berbentuk makanan, minuman atau rokok, yang di bangun di sekitaran Batu Banama.

Saat penulis masihlah kanak-kanak, pernah ada narasi serombongan remaja yang berwisata di sekitaran Batu Banama mendadak jadi ramai serta cemas lantaran sebagian orang rekannya yang mendadak kesurupan, nyatanya mereka sudah berbuat ” usil ” mengambil makanan dari Pasah Patahu yang ada di sekitaran Batu itu sembari bergurau/bercanda menantang ” mereka yg tidak tampak “. Konon menurut narasi dari mulut ke mulut, sebagian diantara mereka mesti dirawat dirumah sakit jiwa di Kayu Tangi, Banjarmasin akibat tingkahnya itu.

Sumber :

  • Histori Bukit Tangkiling. URL : http :// aryaarsyad. blogspot. co. id/2011/04/sejarah-bukit-tangkiling. html 
  • Dokumentasi Photo : URL : http :// benyaminlakitan. com/2014/12/12/indonesia-147-bukit-tangkiling-kalimantan-tengah/ 
Wisata tempat lain :

Tempat Wisata Legenda Bukit Tangkiling dan Batu Banama

Tempat Wisata Legenda Bukit Tangkiling dan Batu Banama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *